Ya, kawan. Sampai juga kita di sini. Di pekan ke-25. Beragam buku telah kita baca, dan sudah kita bagikan juga isinya–hasil pembacaan kita tentu saja, kepada kawan-kawan yang hadir dalam riungan kecil ini.

Pada pekan ke-25 ini, kiranya kita tidak alpa, kawan. Bahwa yang terpenting mula-mula adalah bukan terutama isi buku, namun bagaimana kita mampu menjadi pendengar dan penutur yang baik. Menyimak dan berbicara di hadapan kawan sendiri, bukan sekadar “menggugurkan kewajiban” dengan membaca dan meresensi satu buku, namun lebih jauh dari itu.

Dari awal kita bersepakat bahwa ini bukanlah perkara yang terlampau mudah; bahaya laten bosan setiap saat mengintai, jenuh dan lelah selalu mengendap-ngendap menunggu mangsa. Namun karena itu pula kita belajar, bahwa di setapak ini, di jalan literasi yang kita tempuh, konsistensi kita pertaruhkan. Semoga kawan-kawan semua mampu bertahan, atau bahkan merayakannya dengan–meminjam dari Chairil Anwar, “berselempang semangat yang tak bisa mati.” [ ]

Advertisements