clara ngOleh : Lenny Martini*

Judul : As if the Earth Stood Still (edisi bahasa Inggris), Bagai Bumi Berhenti Berputar (edisi bahasa Indonesia)

Penulis : Clara Ng

Ilustrator : eMTe (Muhammad Taufik)

Penerjemah : Djokolelono

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun : edisi bahasa Indonesia (2008), edisi bahasa Inggris (2015)

Halaman : 124

Tidak banyak penulis buku anak yang mau bercerita tentang episode sedih, yang sesungguhnya amat mungkin dihadapi anak manapun dalam kesehariannya. Clara Ng adalah salah satunya.

Dalam buku kumpulan cerita yang terbit dalam dua bahasa ini (Indonesia dan Inggris), penulis yang aktif di Sekolah Menulis Plot Point ini menghadirkan lima tokoh anak yang berjuang secara emosi menghadapi kejadian yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Seorang adik yang terkena kanker, pindah ke negara lain yang sama sekali asing, kepergian mama selamanya, perceraian ayah ibu dan bagaimana menghadapi teman yang mengejek saudaranya yang lumpuh. Kelima cerita sedih tersebut dikisahkan Clara Ng dengan amat baik.

Pertanyaan demi pertanyaan dengan bahasa anak yang polos namun dalam, diajukan kepada banyak tokoh dewasa dalam setiap cerita. Mengenai mengapa hal ini bisa terjadi kepada mereka dan apa yang selanjutnya harus mereka lakukan untuk mengatasi kesedihannya.

Ilustrasi cantik karya Muhammad Taufik atau biasa ditulis Emte, yang pernah memenangkan Adikarya Ikapi di tahun 2005 dan 2007, membuat pembaca merasa hadir dan memahami gejolak yang sedang terjadi di benak anak-anak sekaligus tokoh lain dalam setiap cerita.

Sebagai penggemar buku anak, buku ini memberikan pengalaman yang sama sekali lain untuk saya. Halaman demi halaman saya baca dengan air mata mengalir di pipi, membayangkan bagaimana jika hal ini terjadi pada keluarga kami dan pertanyaan itu datang dari anak-anak kami. Untungnya Clara Ng juga menuliskan sikap dan jawaban yang amat wajar namun terbaik dari respon pertanyaan anak-anak tadi dan menutup setiap cerita dengan happy ending.

Buku ini adalah satu lagi karya Clara Ng yang menurut saya pribadi layak untuk dibaca setiap orang tua, pun seorang dewasa yang pernah mengalami kejadian serupa di masa kecilnya. Sebagai orangtua, saya banyak belajar dari cerita-cerita ini. Bahwa masa kanak-kanak tidak melulu harus bahagia. Seperti nasihat suami, bahwa apa yang terjadi pada setiap orang adalah yang akan ia butuhkan di masa depannya, anak-anak juga mengalami banyak peristiwa sedih dan kejadian tidak mengenakkan yang akan menempa batin, dan menguatkan hatinya untuk menghadapi masa depan yang barangkali sewajarnya masih jauh lebih panjang dari yang bisa ditemani kami, orangtuanya. [ ]

  • Lenny Martini adalah pengajar di Sekolah Bisnis Manajemen ITB, sekarang sedang menempuh study S3 di Center for Development Research, Zentrum für Entwikclungforschung, University of Bonn, Germany
Advertisements