Oleh : Arif Abdurahman*

Saat rehat babak pertama laga tandang Persib yang melawat Persiba, saya menulisi akun @simamaungdengan pertanyaan retoris sok puitis: Kenapa sepi dan rindu diciptakan? Hanya tinggal mengklik tombol tweet, beruntungnya saya bukan makhluk yang kelewat iseng. Sebenarnya, enggak masalah sih sedikit jahil dengan salah satu media daring paling akrab di telinga bobotoh ini, hitung-hitung meredakan ketegangan skor kacamata di malam itu–malam Minggu yang niscaya akan jadi jahanam jika tanpa puisi dan Persib.

Sepakbola bukan cuma sebuah permainan, bukan hanya olahraga, ini adalah satu agama, sabda seorang Diego Maradona. Meski enggak tertulis di data KTP, tapi mayoritas warga Bandung sudah bisa dipastikan beragama Persib. Maka dalam kegiatan rutin Kelas Literasi Komunitas Aleut! yang rutin diadakan hari Sabtu itu mengundang kawan-kawan pesohor dari @mengbal, @stdsiliwangi, @panditfootball, kang@riphanpradipta, dan kang @dumbq_ berbagi pengalaman, ide, dan informasi seputar sepakbola Bandung dan pengelolaan situs daring yang mereka jalankan.

“Saya lahir di Kediri, dan pernah tinggal di Malang, lalu sekarang tinggal di Bandung. Jadi saya sudah juara tiga kali,” ujar seorang penulis sepakbola yang hadir sore itu, yang kemudian disambut tawa oleh kawan-kawan lainnya. “Dari pengalaman saya itu, budaya sepakbola Bandung masih yang terdepan. Di sini sangat terbuka, kritik adalah hal yang bisa terjadi setiap hari. Di Bandung warga berderet di pinggir jalan menyambut bobotoh, sesuatu yang bahkan di Malang pun tidak terjadi.”

Dengan tajuk ‘Ngawangkong Sepakbola Bandung’, tentu ini hanya sebatas mengobrol ngalor-ngidul, dan memang begitu yang terjadi: Tentang keisengan dan kecintaan yang jadi sesuatu yang menguntungkan, tentang tulisan analisis tim Persib yang justru jadi polemik karena pelatih tim lawan memanfaatkan ini dalam strateginya, tentang perbandingan kultur pendukung antara di Eropa dengan Indonesia, tentang betapa ketatnya redaksi Pandit Football, tentang boroknya persepakbolaan Indonesia dari mulai level tarkam sampai kompetisi yang masih ketarkamtarkaman, bahkan gosip kehidupan percintaan pemain Persib. Beragam topik diobrolkan, dan sayangnya saya pencatat yang payah.

Advertisements