So Long, Mariana

mariana putri agustin

For now I need your hidden love
I’m cold as a new razorblade
You left when I told you I was curious
I never said that I was brave

1

Dia perempuan paling cantik yang pernah ia temui, gombal si lelaki – gombalan paling sering diutarakan para lelaki. Mengingatkannya pada Freyja, dewi Nordik yang merupakan simbol cinta, seks, dan kecantikan. Perempuan itu memang dari Norwegia: Marianne.

Saat itu Leonard Cohen tinggal di Hydra, Yunani. Dia menyewa satu ruang apartemen seharga 14 dolar per bulan. Cohen, yang sedang berada dalam usia pertengahan duapuluhan, berpindah-pindah dalam kutub yang ekstrim: Sangat disiplin, dan sangat cuek terhadap perkembangan karyanya. Cohen mengejar karier sebagai seorang penyair dan novelis selama tahun 1950-an dan awal 1960-an; dia tak memulai karir musik sampai 1967, pada usia 33 tahun.

Ketika tinggal dan menulis di Hydra, Cohen menerbitkan koleksi puisi Flowers for Hitler serta novel The Favorite Game dan Beautiful Losers. Novelnya The Favorite Game adalah otobiografi bildungsroman tentang seorang pemuda yang menemukan identitas dirinya lewat tulisan. Bildungsroman, tema yang berkait soal proses maturasi, dipenuhi beragam konflik batin, sesuatu yang sedang dilalui Cohen. Si perempuan pirang Marianne hadir sebagai muse bagi seorang Cohen. Lagu-lagu “So Long, Marianne”, “Hey, That’s No Way to Say Goodbye”, dan “Bird on the Wire”, lahir berkat perempuan jelita itu.

Kisah mereka tak sempurna, atau katakanlah kisah asmara mereka. Marianne akhirnya kembali ke Norwegia dan menikah dengan pekerja perusahaan minyak. Sedangkan Cohen melanjutkan hidup untuk kemudian menjadi legenda: jadi penyanyi-penulis lagu, penyair dan novelis, dengan karyanya mengeksplorasi agama, politik, isolasi, seksualitas dan hubungan pribadi.

2

Mereka dianggap sebagai sumber pengetahuan yang mewujud dalam puisi, lagu-lagu liris, dan mitos-mitos selama berabad-abad dalam kultur Yunani kuno. Muse adalah dewi-dewi penyumbang inspirasi dalam sastra, sains, dan seni dalam mitologi Yunani.  Para penulis saat itu memanggil Muse saat menulis puisi, himne atau sejarah epik.

Dalam penggunaan saat ini, “muse” dapat merujuk secara umum kepada orang yang menginspirasi seorang seniman, musisi, atau penulis. Muse, tersirat dalam kata-kata dan frasa seperti “museum” (bahasa Latin dari mouseion – tempat pemujaan Muse), “musik”, dan “amuse” (menawan hati).

3

Membuat para trubadur tak kehabisan stok sajak-sajak puji-rayu dan kuat berdendang seribu satu malam, namun bikin para pecinta payah terus menunggu dan makin kepayahan untuk kemudian mundur teratur.

Ana. Mariana Putri Agustin. Lulus dengan skripsi berjudul “Desain Lanskap Agrowisata Tamansari Berbasis Kearifan Lokal Budaya Sunda di Kabupaten Bogor”. Menjadi wisudawan terbaik fakultas pertanian IPB. Belum banyak yang saya tahu tentangnya. Bagi saya, dia layaknya guru sekolah dasar paling baik hati yang bahkan membuat para murid badung untuk mengerem kebandelannya. Keteduhan selalu terpancar dari parasnya.

Bagai bunga mawar: indah dilihat, tapi harus ekstra waspada kalau ingin memegang. Tentu saja, ketika kembang mekar, para hama tak segan mendekat. Ana, jika hadir untuk Cohen menjadi muse penghasil beragam sajak, sementara bagi para pemurung adalah neraka: mereka hanya akan didera kepahitan dan berakhir menyenandungkan So Long, Marianne.

 

Advertisements

2 thoughts on “So Long, Mariana

    1. Kamsahamnida juga telah menginspirasi teteh cantiq~

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close