Labirin Kebencian

Surat dari Palmerah muncul setiap minggu sejak Januari 1996, dan hanya sebulan sekali sejak Februari 1998, sebelum akhirnya menghilang setelah penerbitan terakhir Jakarta Jakarta pada Desember 1999. Sebuah editorial atau tajuk rencana yang ditulis Seno Gumira Ajidarma.

Jakarta, 30 Maret 1996

Mbak,

Tahukah Anda darimana datangnya kebencian? Apakah ia datang bersama kelahiran? Kata Anda, pada awalnya jiwa manusia itu sebenarnya seperti kertas putih – kehidupan yang akan dia alamilah yang akan menggambarinya. Maka, barangkali sungguh kita harus nyebut, bila kemudian harus mempertanyakan: lantas kehidupan macam apakah yang telah dialami seseorang sehingga jiwanya bisa penuh dengan kebencian? Betapa kasihan, betapa mengerikan, membayangkan jiwa manusia bisa begitu keruh, penuh dengan lumpur dendam, menjadi kerak-kerak siksaan yang menyayat perasaan. Astaga, apakah kehidupan ini memang begitu kejam, sehingga seseorang bisa sama sekali tidak melihat peluang lain dalam hidup ini, selain mengungkapkan kemarahan?

Yukio Mishima pernah bercerita tentang bayi merah yang diletakkan di kursi taman, dibungkus kertas koran, dan ia pun bertanya: jiwa macam apakah yang akan tumbuh dari sejarah macam ini, dendam macam apakah yang akan dibalaskannya kepada dunia? Eh, rata-rata kehidupan kita lebih baik dari itu kan? Tapi seberapa jauh sih kita pernah sempat bersyukur? Itulah masalah manusia. Mbak: kita tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah kita miliki. Kalau diwawancarai wartawan, orang-orang yang dianggap sukses selalu berkata, “Saya tidak pernah puas!” Toh memang harus diakui, jiwa manusia itu sungguh misterius, penuh dengan lorong-lorong labirin yang tersembunyi.

Ketaksadaran, begitulah kata orang-orang yang belajar ilmu jiwa, sering mengungkapkan hal-hal yang sungguh tidak terduga. Mending kalau melahirkan puisi, tak jarang yang dilahirkannya adalah pembunuhan. Sehingga, betapun tak masuk akal, selalu ada saja yang bisa dimaklumi secara legal dan ilmiah bahwa John Hinckley Jr. tidak bersalah meskipun telah menembak Ronald Reagan. Kita tahu alasannya, Jodie Foster – yang dipujanya sebagai pelacur cilik dalam Taxi Driver – tidak membalas cintanya. Busyet. Di dunia ini ada orang yang hidup dengan fiksi di kepalanya, tapi lantas menggebrak alam kasat mata.

 

Mbak,

Untuk berpura-pura terpelajar, kita kutip guru SD kita, yang suka mengutip Carl Gustav Jung: Seorang pria suka percaya bahwa dia adalah tuan atas jiwanya. Tetapi selama dia tidak mampu mengontrol suasana hati dan emosi-emosinya, tidak mampu menyadari seribu satu pintu rahasia dengan mana faktor-faktor tak-sadar menyusup masuk ke dalam perbuatan-perbuatan dan keputusan-keputusannya, ia pasti bukan tuan atas dirinya.

Dengan kata lain, seseorang bisa menjadi budak ketaksadarannya. Dan apabila ketaksadaran itu bernama kebencian, sebelum mati orang itu sebenarnya sudah mengalami suasana seperti dalam neraka. Amit-amit. Sejak TK kita sudah mendapat pelajaran, betapa kebencian tidak pernah membawa kita menuju hal-hal yang baik. Kita mendapat pelajaran tentang cinta dan kasih, dan bagaimana caranya saling menyayangi, dengan segala cara. Namun dalam dunia yang kita hidupi sekarang rasanya kita semakin sering mendapatkan, dan terpaksa mempelajari, ilmu-ilmu yang mampu mengejawantahkan kebencian menjadi manuver politik nan kampungan. Betapa ketaksadaran bisa begitu konkret.

Labirin kebencian, begitulah, punya latar belakang pribadi, sosial, dan kebudayaanna sendiri. Begitu rumit, ruwet, dan mbulet – kita harap saja cinta dan kasih bisa menjernihkannya. Kalau masih ada.

 

Salam untuk yang indekos.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close